Halaman


Tampilkan postingan dengan label Fenomena Duniawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena Duniawi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

Bencana Alam Sepanjang Tahun 2011


Sederet bencana alam yang terjadi pada tahun 2011 di belahan dunia. Mulai dari benua Asia hingga benua Eropa. Tidak sedikit nyawa manusia yang hilang akibat bencana dahsyat tersebut. Berikut bencana alam terburuk sepanjang tahun 2011.

January 2011, cuaca ekstrim di beberapa daerah di Eropa merupakan yang terburuk sepanjang sejarah. Tercatat 6.000 penerbangan menuju Inggris harus dibatalkan. Di Rusia, cuaca terdingin terjadi pada tahun 2011. Sedangkan di belahan Eropa utara mengalami badai artik berkepanjangan.


Banjir deras juga menjadi bencana terburuk sepanjang sejarah Australia. Banjir terjadi karena hujan terus mengguyur Australia selama 24 jam tanpa henti. Sungai Brisbane meluap dan menyebabkan banjir setinggi 15 kaki atau sekitar 4,5 meter. Sedikitnya 20 ribu rumah warga rusak parah akibat meluapnya air Sungai Brisbane.


Pada Februari lalu, gempa dahsyat berkekuatan 6.3 skala Richter mengguncang Selandia Baru. Gempa itu merusak Kota Christchurch, menghancurkan sedikitnya 1000 bangunan. Tidak kurang dari 200 nyawa melayang pada bencana ini.


Maret lalu, gempa yang disertai tsunami menerjang Jepang. Gempa berkekuatan 8.9 skala Rrichter itu menjadi salah satu dari llima gempa besar yang ada di dunia. Gelombang tsunami diperkirakan membawa 10 juta ton air yang menerjang Jepang. Sekitar 10 ribu jiwa melayang karena bencana ini. Sekitar 95 persen rumah warga rusak parah karena hanyut terbawa arus air.


Gempa yang disertai tsunami yang melanda Jepang juga mengganggu kerja reaktor nuklir di kawasan Fukushima Daiichi. Hal ini menjadi teror bagi warga Jepang dan juga dunia. Total kerugian materil pada bencana ini diperkirakan mencapai 31 miliar dollar Amerika.


Pada April lalu, angin topan menerpa hampir di seluruh negara bagian Amerika Serikat. Dalam waktu 48 jam, sekitar 200 angin topan menerjang 16 negara bagian Amerika Serikat, dan menewaskan sedikitnya 38 orang. Angin topan ini tetap berlanjut selama dua minggu. Total kegiatan angin topan yang menerjang 16 negara bagian di Amerika Serikat mencapai 753. Ini merupakan angka kejadian tertinggi sepanjang sejarah.


Pada 31 Agustus 2011, banjir bandang yang disebabkan oleh gelombang laut China selatan. Ombak silang yang sering terjadi hampir di setiap tahun ini, menjadi tontonan warga sekitar. Celakanya arus ombak yang sangat kencang masuk ke aliran Sungai Qiantang yang menyebabkan, banjir bandang.


Bencana ini terjadi di Provinsi Zhejiang China bagian timur. Sedikitnya 20 orang mengalami luka parah. Kebanyakan dari korban adalah pengunjung yang berada paling dekat dengan pagar sungai.


Pada Oktober lalu, banjir dan longsor yang melanda beberapa negara hampir di seluruh dunia. Banjir yang melanda Thailand merupakan yang terburuk sepanjang 50 tahun terakhir. Banjir itu merusak lahan pertanian hingga empat juta hektare. Sekitar 10 ribu orang harus dievakuasi dan menetap di pengungsian.


Masih di bulan yang sama, gempa dengan kekuatan 7.2 skala Richter mengguncang Turki. Gempa ini merusak 2000 bangunan dan menewaskan sedikitnya 6000 jiwa.


Pada 5 November 2011, banjir yang menimpa Genoa, Italia, mengakibatkan kerusakan parah. Banjir yang terjadi pada pagi hari itu menyapu sedikitnya 100 mobil mewah. Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mengklaim, banjir terparah sepanjang tahun 2011 yang menerjang Italia ini karena kesalahan konstruksi. Sedikitnya enam orang meninggal karena bencana itu.


Desember lalu, banjir disertai tanah longsor yang disebabkan penebangan kayu liar melanda Filipina. Diperkirakan 350 ribu orang di 13 provinsi kehilangan tempat tinggal. Sarana-sarana umum seperti gedung sekolah dan infrastruktur umum lainnya hancur setelah dilanda banjir yang terjadi pada dini hari itu. 


huffingtonpost.com
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 16 Desember 2011

Pernikahan Anak Presiden Indonesia


Gembar-gembor pernikahan putra kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edy Baskhoro, membuat politisi Bambang Sosatyo membayangkan kontradiksi yang terjadi pada pernikahan Rahmawati Soekarno Putri, anak dari Presiden pertama RI, Soekarno. 

Pada tahun 1969 Sukarno -di tengah sakit ginjalnya yang parah- menghadiri pernikahan anaknya Rahmawati Sukarnoputeri dengan Martomo Pariatman Marzuki atau dikenal dengan panggilan Tommy.

Pernikahan itu, cerita Bambang, jauh dari kemewahan, dalam kondisi yang amat prihatin. Pernikahan cukup berlangsung di rumah Ibu Fatmawati di Jalan Sriwijaya, Kebayoran, Jakarta Selatan.

Kemudian, saat Bung Hatta datang ke pernikahan itu dan memberi selamat kepada Rahma, tiba-tiba terbuka pintu ada beberapa tentara. Di antara kerumunan tentara ada Bung Karno yang memakai jas hitam agak kedodoran dengan muka bengkak-bengkak datang ke pernikahan anaknya itu.

Ketika melihat kehadiran Bung Karno di sana, semua mata tertuju ke pintu. Beberapa orang meledak tangisnya termasuk Guntur. Hatta mengusap air mata dan tersedu-sedu melihat Sukarno. Fatmawati langsung berlari ke arah Sukarno dan menciumi suaminya itu. Sukarno berusaha tertawa tapi jelas ia sudah amat kepayahan.

"Sementara di luar rumah berita kedatangan Sukarno mulai diketahui banyak orang, dari tukang becak sampai tukang dagangan berlarian ke depan pagar rumah Sriwijaya mereka berteriak-teriak : “Hidup Bung Karno….Hidup Bung Karno” komandan tentara kaget dan memerintahkan agar Sukarno tidak terlalu lama di rumah Sriwijaya, ia harus segera pulang ke Wisma Yaso," cerita Bambang.

Inilah, satu-satunya pernikahan Bung Karno untuk anaknya yang ia hadiri. Sebuah tragedi memilukan dari sang proklamator yang mendirikan bangsa ini. Seorang yang sepanjang hidupnya bekerja untuk Indonesia raya. Seorang yang membebaskan bangsanya dari belenggu penjajahan.

( Sumber: http://www.tribunnews.com/2011/11/23/sepenggal-kisah-pernikahan-anak-presiden-soekarno )
»»  Baca Selengkapnya...

Gaji Proklamator Kemerdekaan Indonesia



Barangkali pernah terbersit dalam benak kita berapa gaji Proklamator kita
»»  Baca Selengkapnya...